Di bawah langit malam yang cerah di Luxor, Xi dan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi mengunjungi sebuah kuil kuno yang berada di jalan utama kota itu. Saat berjalan, Xi dan Sisi bertukar pandangan mengenai ciri khas kedua peradaban kuno mereka, sembari mengenang sejarah panjang pertukaran dan pembelajaran timbal balik kedua peradaban tersebut.
Lebih dari 2.000 tahun silam, Tiongkok dan Mesir terhubung melalui Jalur Sutra kuno, yang tidak hanya menjadi jalur pertukaran porselen dan barang pecah belah, tetapi juga pengetahuan dan gagasan di antara kedua peradaban tersebut.
Xi mengatakan situs-situs arkeologi di Luxor ini merupakan gambaran yang kaya tentang peradaban Mesir kuno dan menyediakan materi yang kaya untuk mempelajari sejarah, budaya, masyarakat, dan perkembangan teknologinya.
Mamdouh Eldamaty, yang saat itu menjabat sebagai menteri kepurbakalaan Mesir dan mendampingi Xi dalam kunjungannya ke Luxor, mengatakan bahwa Xi menunjukkan ketertarikan yang besar pada peradaban Mesir kuno, dengan pernyataannya mencerminkan wawasan sejarah yang mendalam dan visi strategis.
Arkeolog tersebut mengatakan dirinya sangat terkesan oleh pengetahuan Xi yang luas, keterbukaan pikirannya, apresiasinya yang kuat terhadap budaya, serta sikap rendah hatinya dalam belajar.
Di Kuil Luxor yang ikonis, Xi dan Sisi bersama-sama menyaksikan peluncuran Tahun Kebudayaan Tiongkok-Mesir 2016, sebuah momen penting dalam pertukaran budaya bilateral.