Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran baru akan terjadinya inflasi global yang berkepanjangan dan ancaman stagflasi, terutama setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih lemah dari perkiraan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri tanpa khawatir akan kenaikan harga BBM subsidi.
Pada Jumat (27/2/2026) waktu setempat, harga minyak acuan global, Brent, telah mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 2,87% menjadi US$72,87 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 2,78% ke level US$67,02 per barel, didorong oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah.