Selanjutnya dia menilai bahwa berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa, termasuk penyalahgunaan kewenangan dan menurunnya integritas di ruang publik, menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan dan pembangunan ekonomi belum tentu berjalan seiring dengan penguatan karakter.
Oleh karena itu, GKR Hemas menyebut pembangunan bangsa perlu dibarengi dengan pembangunan karakter yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan Indonesia.