Dalam koordinasi itu, Andre juga menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri dalam penegakan hukum terhadap tambang ilegal.
Ia menegaskan bahwa tujuan koordinasi ini adalah agar kasus Nenek Saudah tidak hanya berhenti pada perkara penganiayaan semata, namun membuka pengusutan yang lebih besar terhadap jaringan tambang ilegal.
"Kita tidak ingin orang-orang yang selama ini berlindung dan kebal [dari hukum], para penambang liar ini, selamat," lanjutnya.
Andre menyinggung kemungkinan adanya pihak yang membekingi praktik tersebut, meski ia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan keterlibatan korporasi besar di Sumatera Barat, melainkan pemain-pemain yang memiliki puluhan alat berat.