CARAPANDANG - Harga emas dan perak ambruk lagi seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak dunia.
Dolar terbang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan serangan terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
Merujuk harga emas pada perdagangan Kamis (2/4/2026) ditutup di posisi US$ 4675,67 per troy ons. Harganya ambruk 1,72% atau hampir 2%.
Pelemahan ini mengakhiri reli emas selama empat hari beruntun sebelumnya dengan penguatan 8,6%. Pelemahan ini juga kembali menyeret emas kembali ke level US$ 4600.
Harga emas ambruk karena lonjakan dolar AS dan harga minyak. Dolar AS melonjak tajam, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Indeks dolar kembali menembus level 100 setelah sebelumnya sempat melandai ke 99. Sementara itu, harga minyak mentah brent pada perdagangan Kamis (2/4/204) ditutup di posisi US$ 109,28 per barel atau terbang 8,03%.
"Pasar sangat fokus pada pernyataan Trump, yang sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda adanya penyelesaian cepat terhadap situasi energi," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, kepada Reuters.
Ia menambahkan bahwa hal ini menekan harga emas dan perak karena kemungkinan penurunan suku bunga menjadi semakin kecil.