CARAPANDANG.COM, MIAMI, AS -- Kiper Tanjung Verde, Vozinha, tampak emosional saat berdiri di hadapan para wartawan usai timnya mencatatkan hasil imbang bersejarah melawan Spanyol.
Pemain berusia 40 tahun itu baru saja memberikan salah satu penampilan terbaik dalam kariernya, yang membantu negara kepulauan di Afrika itu meraih hasil imbang 0-0 melawan Spanyol dalam penampilan perdananya di ajang Piala Dunia FIFA. Namun, pikiran kiper itu dengan cepat beralih ke keluarganya.
Saat rekan-rekan setimnya merayakan pencapaian bersejarah tersebut, Vozinha menjelaskan mengapa matanya berkaca-kaca setelah peluit akhir dibunyikan.
"Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya, dan sayangnya, mereka tidak ada di sini. Mereka meninggal beberapa tahun lalu," ujar sang kiper. "Mereka adalah segalanya bagi saya, bagi hidup saya. Saya juga menangis karena ibu saya tidak bisa hadir di sini karena masalah visa."
Momen tersebut menjadi puncak dari perjalanan yang telah menjadikan Vozinha sebagai salah satu figur penting dalam dunia persepakbolaan Tanjung Verde.
Dikenal di luar lapangan sebagai Josimar Jose Evora Dias, Vozinha telah mengawal gawang tim nasional negaranya selama lebih dari satu dekade. Dia sudah menjadi pemain internasional yang mapan ketika banyak rekan setimnya baru memulai karier mereka, dan menjadi simbol kesinambungan seiring Tanjung Verde terus memperkuat posisinya di kancah persepakbolaan Afrika.