Ibu Vozinha, Ana Candida Evora, terpaksa menyaksikan pertandingan tersebut dari Pulau Sao Vicente setelah gagal berangkat ke Amerika Serikat (AS) tepat waktu karena terkendala masalah visa dan biaya.
Berprofesi sebagai petugas kebersihan rumah, dia menyaksikan pertandingan terpenting putranya dari rumah dan merayakan penampilannya setelah pertandingan usai.
"Saya mengatakan tidak ada bola yang akan berhasil menjebol gawangnya, dan itu benar-benar terjadi," ungkap ibu Vozinha. "Dia adalah kiper yang hebat. Saya sangat bangga menjadi ibu Vozinha, dan saya berharap dia terus berhasil menahan bola yang mengarah ke gawangnya."
Kisah tersebut ditutup dengan akhir yang lebih membahagiakan ketika ibu Vozinha akhirnya berhasil mendapatkan visa dan berangkat ke AS untuk mendukung putranya secara langsung, berkat bantuan dari seorang pengusaha China, Lin Jie, yang pindah ke Tanjung Verde 23 tahun lalu dari Kota Wenzhou, China tenggara.
"Sepupu Vozinha kebetulan bekerja di toko pakaian istri saya," kata Lin.
"Saya menawarkan diri untuk membantu," imbuhnya.
Bagi Vozinha, Piala Dunia telah memberinya pengakuan yang tak diprediksi banyak orang pada awal kariernya.