Foto yang diabadikan pada 20 Februari 2026 ini menunjukkan para pengungsi Sudan yang kembali dari Uganda di Bandar Udara Internasional Port Sudan di Port Sudan, Sudan timur. (Xinhua/Fayez Elzaki)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintahannya akan mengambil alih uranium yang diperkaya milik Iran jika kedua negara berhasil mencapai kesepakatan diplomatik.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan langkah tersebut merupakan partisipasi dalam agresi dan memperingatkan Perdana Menteri Keir Starmer telah mempertaruhkan nyawa warga negaranya.
Motegi menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi terkini di mana sejumlah kapal yang terkait dengan Jepang dilaporkan terjebak di Teluk Persia akibat eskalasi konflik.
Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.
Pernyataan ini merespons langkah DPR AS yang sehari sebelumnya, Rabu (11/2/2026), menyetujui pencabutan tarif 35 persen terhadap produk Kanada dengan suara 219 berbanding 211.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang baru saja kembali dari pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat di Oman, secara tegas menyebut serangan Israel di Gaza sebagai genosida.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai risiko penggunaan senjata nuklir saat ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, RIA Novosti melaporkan pada Kamis (5/2).