· Penghentian permusuhan: Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front
· Pembukaan Selat Hormuz: Jalur pelayaran strategis akan bebas bea masuk dan dibuka penuh pada Jumat setelah penandatanganan
· Dana rekonstruksi: Iran dapat mengakses dana hingga 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5 kuadriliun) dari koalisi Teluk untuk rekonstruksi, asalkan mematuhi kewajibannya
· Program nuklir: Iran berkomitmen untuk tidak memiliki senjata nuklir dengan pengawasan ketat
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah mengonfirmasi kesepakatan ini, dengan lebih dari 90 persen anggotanya mendukung.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut dokumen itu dapat menjadi "kebanggaan negara" jika semua ketentuannya diimplementasikan sepenuhnya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik kesepakatan tersebut dan berharap kedua pihak memanfaatkan momentum baru ini menuju resolusi akhir konflik.
Turki, Qatar, dan Arab Saudi juga memberikan apresiasi atas upaya mediasi yang dilakukan Pakistan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kesepakatan ini sebagai langkah penting untuk memastikan perdamaian dan ketenangan di kawasan teluk.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan nyaris menggagalkan kesepakatan akibat serangan-serangan terusannya ke Lebanon. Trump menyebut Netanyahu "orang yang sangat sulit" karena terus berambisi melanjutkan perang.