Beranda Kesehatan COVID -19 Cicada, Varian Baru Yang Masuk Pemantauan WHO

COVID -19 Cicada, Varian Baru Yang Masuk Pemantauan WHO

Meskipun telah terdeteksi di lebih dari 20 negara, para pejabat kesehatan menegaskan bahwa varian ini sejauh ini tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit atau risiko kematian.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli kesehatan global tengah memantau penyebaran varian baru SARS-CoV-2, yaitu subvarian BA.3.2 yang dijuluki "Cicada". Meskipun telah terdeteksi di lebih dari 20 negara, para pejabat kesehatan menegaskan bahwa varian ini sejauh ini tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit atau risiko kematian.

Varian BA.3.2 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024. Namun, penyebarannya mulai meningkat signifikan pada September 2025 dan terus dipantau hingga awal 2026.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengklasifikasikan BA.3.2 sebagai varian dengan divergensi tinggi, yang berarti ia mengalami lompatan mutasi yang cukup besar pada protein lonjakan (spike protein), diperkirakan mencapai 70 hingga 75 mutasi.

Hingga pertengahan Februari 2026, varian ini telah dilaporkan di 23 negara, termasuk Amerika Serikat (terdeteksi di 25 negara bagian), negara-negara di Eropa seperti Jerman dan Belanda, serta Jepang.

Di beberapa negara Eropa, varian ini menyumbang sekitar 30 persen dari sampel yang dianalisis selama musim dingin, meskipun tidak menyebabkan lonjakan kasus rawat inap yang signifikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here