Demontrasi hari ini dipahami melalui pendekatan teori Culture-Centered Approach (CCA) yang dikembangkan oleh Mohan J. Dutta (2021), dimana aksi mahasiswa dan kelompok Masyarakat bukan semata-mata merupakan bentuk penolakan kebijakan saja melainkan sebagai bentuk ekspresi suara dan agensi yang muncul dari interaksi kebijakan yang dialami oleh masyarakat sakarang ini. Dalam perspektif ini memandang komunikasi tidak dipandang semata-mata sebagai proses penyampaian informasi dari pemerintah kepada masyarakat atau sebaliknya. Komunikasi merupakan ruang tempat kelompok-kelompok yang selama ini kurang terwakili dapat memproduksi pengetahuan berdasarkan pengalaman hidup mereka, mengartikulasikan persoalan yang dihadapi, menegosiasikan relasi kuasa, serta berpartisipasi dalam mendorong perubahan sosial yang lebih adil.
Dari Aspirasi ke Aksi: Mengapa Suara Kelompok Marginal Perlu Didengar Oleh Negara?
Aksi mahasiswa dan kelompok masyarakat pada hari ini tidak hanya dapat dibaca sebagai bentuk protes terhadap kebijakan publik.