CARAPANDANG - Otoritas Suriah menyatakan pada Sabtu (4/4) bahwa sebuah perlintasan utama dengan Lebanon akan ditutup sementara karena masalah keamanan menyusul peringatan Israel tentang kemungkinan serangan di daerah tersebut.
Otoritas Umum untuk Perbatasan dan Perlintasan Darat dan Laut Suriah menyatakan perlintasan Jdeidet Yabous, yang terletak di seberang perlintasan Masnaa di Lebanon, ditetapkan hanya untuk penggunaan sipil, bukan untuk tujuan militer apa pun.
"Tidak ada kelompok bersenjata atau milisi yang berada di perlintasan tersebut dan lokasi itu tidak digunakan untuk aktivitas apa pun di luar kerangka sipil dan hukum," kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan.
Otoritas itu menyebut lalu lintas akan kembali normal setelah situasi stabil.
Pengumuman itu disampaikan setelah militer Israel menyatakan niatnya untuk menargetkan jalan menuju perlintasan Masnaa, titik transit utama di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon, dengan alasan Hizbullah menggunakan rute tersebut untuk aksi militer.
Ketegangan masih tinggi di sepanjang perbatasan itu di tengah konflik regional saat ini yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.