Secara biologis, gejolak syahwat pada orang yang sudah tua (lanjut usia) umumnya telah melemah dan mengendur jika dibandingkan dengan masa muda. Anak muda yang berzina adalah dosa besar, namun mereka masih memiliki pendorong berupa syahwat yang menggebu-gebu. Ketika seorang yang sudah tua bangka tetap memaksakan diri untuk berzina, ini menunjukkan bahwa kemaksiatan itu lahir murni dari kerusakan moral, kebusukan hati, dan penentangan yang disengaja terhadap syariat, bukan karena desakan biologis yang tak tertahankan.
2. Penguasa yang Suka Berdusta
Mengapa orang biasa berdusta? Biasanya karena takut, terdesak, atau ingin mencari keuntungan/melindungi diri dari orang yang lebih kuat. Namun, seorang penguasa (raja, presiden, sultan, pemimpin) berada di puncak kekuasaan. Ia tidak butuh takut kepada rakyatnya, tidak punya kepentingan untuk menjilat bawahannya, dan tidak terancam oleh siapa pun di wilayahnya. Maka, ketika seorang pemimpin tetap memilih untuk membohongi rakyatnya, berdusta dalam kebijakannya, dan mengingkari janji-janjinya, itu adalah tanda kebebalan moral dan bentuk peremehan yang nyata terhadap amanah rakyat dan perintah Allah.
3. Fakir Miskin yang Sombong