Beranda Internasional Erdogan: Penutupan Selat Hormuz Ubah Pendekatan Keamanan Energi

Erdogan: Penutupan Selat Hormuz Ubah Pendekatan Keamanan Energi

Krisis di Selat Hormuz telah menunjukkan bahwa keamanan energi merupakan masalah kedaulatan nasional, kata Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Rabu.

0
istimewa

CARAPANDANG.COM- Krisis di Selat Hormuz telah menunjukkan bahwa keamanan energi merupakan masalah kedaulatan nasional, kata Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Rabu.

Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turkiye Abdulkadir Uraloglu pada Rabu mengatakan bahwa pihak berwenang Turkiye bersama Arab Saudi tengah membahas rute kereta api yang secara umum akan mengikuti jalur yang sama dengan Jalur Kereta Api Hejaz.

Rute baru tersebut berpotensi diperpanjang hingga Oman dan dinilai dapat menawarkan alternatif selain Selat Hormuz.

"Penutupan Selat Hormuz mengajarkan kita bahwa keamanan energi bukan hanya masalah pembangunan, tetapi juga masalah kedaulatan dan keamanan nasional," kata Erdogan pada upacara peresmian fasilitas yang dibangun di bawah program investasi energi terbarukan.

Erdogan mengatakan bahwa sejumlah peristiwa baru-baru ini telah menegaskan pentingnya Turkiye secara strategis dalam energi global.

Krisis berkepanjangan di Iran dan Selat Hormuz telah memperkuat peran republik tersebut sebagai salah satu pusat energi utama di kawasan itu.

Presiden juga mengatakan bahwa tujuan kebijakan energi Turkiye tetaplah mengurangi ketergantungan terhadap pemasok eksternal dengan meningkatkan produksi dalam negeri dan mengembangkan sumber energi terbarukan.

Dia menambahkan bahwa pemerintah Turkiye ingin terus melakukan diversifikasi sumber pasokan dan meningkatkan efisiensi energi pada aktivitas perekonomian.

Erdogan juga mencatat bahwa ekonomi Turkiye telah tumbuh selama 23 kuartal berturut-turut meskipun mengalami guncangan eksternal, dan pihak berwenang memperkirakan bahwa Turkiye akan mempertahankan momentum tersebut pada 2026.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Perundingan yang diadakan di Islamabad berakhir tanpa terobosan.

Sementara itu, eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade tersebut mendorong kenaikan harga bahan bakar global.

Sumber: Sputnik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here