Erupsi tertinggi tercatat pada pukul 05.19 WIB dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak (sekitar 4.676 mdpl). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke selatan.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 141 detik.
"Erupsi dengan letusan tertinggi merupakan erupsi kedelapan. Saat laporan ini disusun, erupsi masih berlangsung," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto.
Aktivitas gunung yang masih berstatus Level III atau Siaga ini masih didominasi gempa letusan. Dalam rentang pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat 17 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat terkait erupsi Gunung Semeru. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.