CARAPANDANG - Iran secara resmi menolak usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Proposal yang disampaikan melalui negara sahabat pada Kamis (2/4) itu tidak mendapat jawaban tertulis, melainkan direspons Teheran dengan melanjutkan serangan intensitas tinggi di medan perang.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa usulan gencatan senjata diajukan Washington setelah meningkatnya ketegangan serta tantangan yang dihadapi pasukan AS di kawasan tersebut.
AS disebut meningkatkan upaya diplomatiknya, terutama setelah serangan Iran menargetkan depot pasukan militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.
"Penilaian menunjukkan proposal ini diajukan menyusul memburuknya krisis kawasan dan 'masalah serius' yang dihadapi pasukan AS akibat kesalahan perhitungan Washington terhadap kemampuan militer Iran," demikian laporan Fars mengutip sumber anonim.
Penolakan diplomatik ini terjadi seiring dengan peningkatan signifikan permusuhan militer.
Tentara Iran mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh dua jet tempur Amerika Serikat pada Jumat (3/4).
Pengumuman resmi menyebutkan sebuah pesawat A-10 "Warthog" ditembak jatuh di perairan selatan Iran dekat Selat Hormuz, sementara satu unit F-35 juga diklaim telah dijatuhkan di wilayah udara Iran tengah.