Wamenkes mengatakan secara total penelusuran dilakukan sekitar 3.000 lokasi di Sumatera Utara, sedangkan secara nasional mencapai 53.335 lokasi mulai Juli hingga akhir November 2026 dengan target cakupan 90 persen.
Ia mengatakan percepatan pemberantasan TBC menjadi penting karena Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus tersebut atau 10 persen kasus TBC dunia.
"Kalau dibandingkan dengan 100 ribu penduduk, Indonesia menjadi nomor satu di dunia karena terdapat 384 kasus per 100 ribu penduduk," kata Wamenkes Benjamin.
Untuk itu Presiden Prabowo Subianto, kata dia, peduli dan memberikan perhatian serius dengan menginstruksikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mempercepat pemberantasan TBC di berbagai daerah di Indonesia.