Selain membahas dana bantuan, pertemuan tersebut juga mendiskusikan usulan perluasan cakupan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) bagi masyarakat Aceh yang terdampak langsung oleh bencana alam.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah berharap usulan Anggaran Belanja Tambahan khusus untuk wilayah Aceh senilai Rp1.039.210.800.000 dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat guna mendorong pemulihan ekonomi daerah.
"Untuk Aceh ada Rp1 triliun lebih agar secepat mungkin bisa disalurkan, agar mereka di sana bisa mendapatkan dan ada pertumbuhan ekonomi yang cepat di Aceh," kata dia.
Dia mengungkapkan bahwa terjadi penurunan kondisi sosial-ekonomi masyarakat Aceh yang cukup tajam pascabencana banjir dan tanah longsor akhir 2025.
Meski tidak merincikan berapa jumlahnya, Pemerintah Provinsi Aceh memaparkan bahwa ada banyak masyarakat setempat yang sebelumnya berada di kelas ekonomi mapan atau desil 8, 9, dan 10, kini merosot drastis ke desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Dampak bencana menyebabkan peningkatan angka kemiskinan di Aceh," ujarnya.