"Silakan berpikir untuk mengusulkan tema-tema liputan yang memang terkait atau relate dengan isu-isu hak asasi manusia," kata Thomas.
Ia menjelaskan karya jurnalistik yang dihasilkan nantinya akan diseleksi bersama Dewan Pers, tokoh media, dan pegiat HAM untuk mendapatkan dukungan peliputan.
Kementerian HAM juga menyiapkan "Anugerah Karya Jurnalistik Hak Asasi Manusia" yang akan diberikan pada peringatan Hari HAM setiap 10 Desember sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang dinilai konsisten mengangkat isu HAM.
Thomas mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar media nasional, tetapi juga akan diperluas ke daerah mulai tahun depan agar jurnalis di berbagai provinsi ikut terlibat dalam pengarusutamaan HAM.
"Biarkan rumah Kementerian HAM ini menjadi rumah kita bersama," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan jurnalis memperoleh perlindungan maksimal agar dapat bekerja tanpa rasa takut.
"Tidak ada lagi keraguan dan ketakutan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya," kata Thomas.