Di ajang itu, Astin berhasil meraih medali perak OSN Kebumian. Setelahnya, Astin bukannya merasa puas, malahan rasa ingin tahunya makin tumbuh subur.
Menurutnya, geologi bukan hanya ilmu yang membahas tentang batu. Bidang ini juga mempelajari bagaimana bumi bekerja, mulai dari pembentukan gunung, gempa bumi, hingga sumber energi yang tersimpan di bawah permukaan.
“Setelah ikut pembinaan, saya jadi tahu kalau bumi itu menarik sekali. Ada proses-proses yang bisa kita lihat, bisa kita amati, dan itu membuat saya jadi lebih ingin tahu. Dari situ saya mulai suka, bahkan setelah lomba selesai pun masih ingin belajar,” kata Astin.
Dukungan Ayah dan Dapat Beasiswa yang Mengubah Jalan Hidup
Lahir dari keluarga sederhana, Astin menyadari pendidikan tinggi bukan sesuatu yang mudah dijangkau. Bahkan, saat SMA pun ia memperoleh bantuan beasiswa. Pada perjalananan berikutnya, beasiswa pula lah yang membuka jalan Astin lanjut ke jenjang perguruan tinggi. Astin diterima di Teknik Geologi ITB melalui program Bidikmisi.
“Bidikmisi benar-benar mengubah hidup saya. Dari situ saya bisa kuliah di ITB, sesuatu yang dulu rasanya jauh sekali dari jangkauan saya yang berasal dari desa. Jangankan untuk kuliah, untuk SMA pun saya dibantu dengan beasiswa,” ungkapnya.