Berkat tangan dingin sang ayah yang menurun padanya, Aburizal Bakrie mampu menjalankan dan meneruskan bisnis hingga berkembang hingga memiliki kelompok bisnis bernama Bakrie Group, warisan dari sang ayah. Dari pinjaman yang dijadikan modal dan dikelola dengan otak bisnisnya yang begitu cemerlang, Aburizal Bakrie merambah berbagai sektor bisnis lainnya dan menjadikan bisnisnya menggurita, seperti bisnis pertambangan batu bara, perkebunan, minyak, properti, media telekomunikasi hingga media massa.
Sebut saja, seperti PT Bakrieland Development (bidang properti), PT Energi Mega Persada, PT Bakrie Sumatra Plantations (bidang perkebunan), PT Bakrie & Brothers dan PT Bakrie Telecom (bidang komunikasi). Itu segelintir dari perusahaan besar yang Aburizal miliki, belum lagi perusahaan operator seluler yang juga ada dalam genggamannya.
Berdasarkan Majalah Forbes, bisnis keluarga Bakrie mampu bertumbuh pesat dikarenakan mereka dapat melipatgandakan pundi kekayaan mereka, meski sempat diterpa krisis ekonomi sekalipun yang pada waktu itu berimbas pada tahun 1998.
Tak heran jika Majalah Forbes menobatkan Aburizal Bakrie sebagai orang terkaya di Indonesia pada tahun 2007. Ia dan keluarga besarnya juga sempat dinobatkan sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara oleh Majalah Globe tahun 2008. Dilansir dari situs biogragiku, hanya dalam tempo setahun, kekayaan keluarga Aburizal Bakrie melejit hampir lima kali lipat menjadi US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 50,2 triliun