Kapolda beralasan langkah tegas diperlukan karena pelaku begal kerap membawa senjata api maupun senjata tajam yang membahayakan masyarakat dan petugas di lapangan. Selain itu, Helfi menyebut banyak pelaku yang bertindak di bawah pengaruh narkoba sehingga semakin nekat.
Menteri Pigai mengaku memiliki pengalaman sebagai penyidik dan pernah mengikuti pelatihan penegakan hukum. Dari pengalaman tersebut, ia menegaskan tidak pernah ada materi yang membenarkan penembakan mati terhadap pelaku kriminal tanpa prosedur hukum.
"Tidak ada pelajaran dari instruktur yang menyatakan bahwa seorang terkriminal itu boleh ditembak mati, karena dia adalah sumber data, dia sumber informasi," kata Pigai.
Ia juga memperingatkan bahwa pernyataan pejabat yang mendukung penembakan tanpa proses hukum dapat memiliki konsekuensi hukum.
"Pernyataan itu sudah masuk mens rea. Maka komandonya harus hati-hati dalam pelaksanaan penertiban," ujarnya merujuk pada unsur niat jahat dalam hukum pidana.