Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengakui banyak tantangan yang dihadapi pemerintahannya berada di luar perkiraan awal.
Ia menyebut salah satu persoalan terbesar adalah terjadinya distorsi ekonomi yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri melalui praktik under invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, dan penyelundupan.
"Terus terang saja, sebagai Presiden, bersama Wakil Presiden, saya bersumpah saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita," ujar Prabowo.
Sidang Kabinet Paripurna ini merupakan agenda evaluasi pelaksanaan program kementerian dan lembaga serta percepatan implementasi program prioritas nasional menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ini merupakan sidang kabinet paripurna pertama sejak terakhir digelar pada 13 Maret 2026.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Prabowo menyebut pemerintahannya telah menyelesaikan lebih dari 108 hingga 110 masalah strategis selama 18 bulan masa jabatan, yang dinilainya sebagai prestasi.