CARAPANDANG - Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Dalam sidang tersebut, Prabowo menyatakan pemerintahannya telah menyelesaikan lebih dari 108 hingga 110 masalah strategis selama 18 bulan masa jabatan.
Sidang kabinet paripurna yang digelar pukul 15.00 WIB ini dihadiri seluruh menteri Kabinet Merah Putih, wakil menteri, kepala lembaga, serta penasihat khusus presiden.
Agenda utama sidang adalah evaluasi pelaksanaan program kementerian dan lembaga serta percepatan program prioritas nasional . Ini merupakan sidang kabinet paripurna pertama sejak terakhir digelar pada 13 Maret 2026.
Dalam taklimatnya, Prabowo mengungkapkan kebanggaan atas capaian yang diraih.
"Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil," ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan para menteri untuk tidak besar kepala atau sombong.
"Kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada. Kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong. Itu watak bangsa kita. Ojo dumeh," tegasnya.
Prabowo mengakui banyak tantangan di luar perkiraan yang dihadapi pemerintah, salah satunya kebocoran kekayaan negara.
Ia menyebut terjadi distorsi ekonomi dengan mengalirnya kekayaan secara signifikan melalui praktik under invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, dan penyeludupan.