Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi pembangunan kedua negara telah menciptakan peluang baru untuk kerja sama bilateral di berbagai bidang, kata Putin.
Menyoroti bahwa volume perdagangan bilateral telah mendekati 250 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.039), Putin mengungkapkan bahwa kedua pihak dalam beberapa tahun terakhir semakin fokus pada sejumlah bidang pengembangan baru, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), teknologi informasi, biologi, genetika, dan berbagai sektor lainnya.
Putin mengatakan bahwa kerja sama bilateral yang bersahabat tersebut tidak ditujukan untuk merugikan pihak ketiga mana pun dan didasarkan pada prinsip saling menguntungkan.
Putin juga menuturkan bahwa China berkembang dengan kuat dan memainkan peran yang semakin penting dalam ekonomi global, politik dunia, dan urusan internasional. Putin menambahkan bahwa Rusia terus mengikuti tren ini dengan saksama dan secara aktif menjalankan kerja sama dengan China.
Berbicara mengenai kunjungan kenegaraannya baru-baru ini ke China, Putin menyatakan keyakinan penuh bahwa semua tujuan yang ditetapkan selama kunjungan tersebut akan tercapai.
Putin mengatakan kedua kepala negara telah memfinalisasi agenda pertukaran bilateral mereka untuk tahun ini, dan pemerintah serta perusahaan dari kedua negara akan terus memperdalam kerja sama.