CARAPANDANG – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mendorong Gerakan “Temukan, Dampingi, Kembalikan” untuk mempercepat penanganan anak tidak sekolah.
Gerakan tersebut dia suarakan jelang peringatakan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Fahira mengatakan bahwa gerakan tersebut menekankan pentingnya negara dan pemerintah daerah secara aktif menemukan setiap anak, mendampingi penyelesaian hambatannya, serta mengembalikannya ke layanan pendidikan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
“Anak tidak sekolah bukan sekadar angka dalam statistik. Negara tidak boleh hanya menunggu anak datang kembali ke sekolah. Sistem pendidikan dan perlindungan sosial harus aktif menemukan dan menjangkau mereka,”katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS yang dikutip dalam Lampiran Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah, terdapat sekitar 3,78 juta anak usia 6-18 tahun yang tidak bersekolah. Sebagian besar merupakan anak usia 16-18 tahun yang jumlahnya mencapai 2,48 juta anak.
Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi pendidikan belum sepenuhnya menjangkau kelompok anak yang menghadapi kerentanan berlapis.