Likachev menambahkan Indonesia telah memiliki reaktor penelitian nuklir dan keahlian kedokteran nuklir, dengan tak sedikit profesional muda di bidang nuklir yang belajar di Rusia.
Indonesia juga berencana mengembangkan kapasitas daya nuklir mencapai 500 megawatt pada awal 2030, kemudian 7-8 gigawatt pada 2040-an, serta 35-37 gigawatt pada 2060-an, kata dia.
"Hal itu berarti kita tak bisa melakukannya tanpa bantuan pembangkit besar berdaya 1.000 megawatt dan 1.200 megawatt. Kami (Rosatom) tahu cara membangunnya dalam iklim dan sistem regulasi yang berbeda," ucap Likachev.
Rosatom menjadi perusahaan nuklir terunggul di dunia dengan jumlah proyek konstruksi nuklir serentak terbesar yang berjalan di Rusia dan di luar negeri.
Perusahaan tersebut menjalankan tiga proyek di Rusia serta 39 proyek di luar negeri, seperti PLTN Rooppur di Bangladesh, PLTN El Dabaa di Mesir, PLTN Paks II di Hungaria, PLTN Kudankulam di India, PLTN Akkuyu di Turki, dan dua proyek di China.
PLTN apung merupakan pembangkit energi bergerak yang ditempatkan di sebuah kapal atau platform apung untuk membantu pengadaan energi listrik di kawasan terpencil dan sulit dijangkau.