Dengan membentuk sinar laser secara cermat dan mengubah panjang gelombangnya secara halus, tim itu meningkatkan secara signifikan kemampuan sistem dalam mendeteksi sejumlah kecil metanol sambil menyaring gangguan dari botol kemasan. Teknologi ini mampu mendeteksi metanol pada kadar sekitar 10 kali lebih rendah dari ambang batas keamanan internasional, menawarkan alternatif yang cepat dan bersifat tidak merusak dibandingkan pengujian laboratorium, menurut hasil studi tersebut.
Tim tersebut juga mengungkapkan bahwa mereka mampu menangkap "sidik jari" optik unik dari wine tanpa membuka botol tersebut, sehingga meningkatkan potensi untuk mengatasi pemalsuan wine. Tim peneliti tersebut kini berupaya mengubah sistem laboratorium itu menjadi alat praktis yang dapat digunakan di bea cukai, tempat penyulingan, serta fasilitas pangan dan penjaminan mutu.