Pasalnya salah satu kendala yang dihadapi puskesmas untuk penyiapan pojok baca tersebut adalah titik-titik di puskesmas sudah menjadi spot layanan kesehatan.
"Karena itu kami akan usahakan puskesmas yang memiliki ruang atau pojok kosong untuk segera dijadikan pojok baca," katanya.
Sementara Kepala Diarpus Kota Mataram Moh Carnoto mengatakan program pojok baca di puskesmas tersebut merupakan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan sebagai bentuk mendukung peningkatan literasi warga di Kota Mataram.
"Program ini bentuknya sharing. Kami siapkan koleksi buku, Dikes siapkan fasilitas pojok baca," katanya.
Untuk koleksi, Diarpus siapkan berbagai buku-buku fiksi dan non-fiksi termasuk buku koleksi bidang kesehatan dan barcode koleksi buku digital.
"Pengunjung yang mau baca buku digital, tinggal scan barcode, kemudian bisa baca di mana saja dengan radius maksimal 300 meter," katanya.
Diharapkan, melalui kolaborasi pembentukan pojok baca di puskesmas dapat menumbuhkan minat membaca, mendekatkan akses buku masyarakat, serta mendukung gerakan literasi secara dini dan menyenangkan ruang publik.