Perang yang dipicu serangan bersama AS dan Israel terhadap sejumlah lokasi penting Iran pada 28 Februari 2026 telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, serta mendorong kenaikan harga energi global.
Meskipun gencatan senjata jangka pendek yang rapuh telah diberlakukan, belum ada kesepakatan perdamaian jangka panjang yang tercapai.
Selat Hormuz, yang sebelum perang mengangkut seperlima pasokan minyak dunia, sebagian besar masih diblokade untuk pelayaran non-Iran.
Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan Washington masih menunggu resolusi yang jelas dari Teheran.
"Ketika kami mulai mendapatkan aliran bebas lalu lintas melalui Selat Hormuz, harga energi akan turun," ujarnya.