Berdasarkan data pelacak kapal MarineTraffic per 20-22 Maret, kapal-kapal yang tidak dapat beroperasi tersebut terdiri atas 324 kapasitas curah (bulk carriers), 315 kapal pengangkut produk minyak/kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak bumi, dan 211 kapal tanker minyak mentah.
Kebijakan ini mengubah jalur pelayaran tersibuk dunia menjadi "gerbang tol" de facto di tengah konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Inggris mengusulkan pelaksanaan sebuah konferensi tingkat tinggi (KTT) untuk membahas keamanan pelayaran kapal melewati Selat Hormuz, menurut laporan Politico mengutip seorang pejabat.
Pertemuan yang dimulai sejak Kamis (19/3) ini merupakan respons atas tekanan dari Amerika Serikat yang meminta sekutunya membantu membuka jalur pelayaran minyak yang diblokade Iran.
Di tengah konflik berkecamuk dan ancaman keamanan yang tinggi, selat tersebut tidak sepenuhnya tertutup, melainkan beroperasi secara selektif dengan Iran sebagai aktor kunci yang mengendalikan aksesnya.
Anak-anak bermain di tepi pantai di Desa Kumzar, Oman, pada 19 Februari 2025. Kumzar, sebuah desa nelayan terpencil di Semenanjung Musandam, Oman utara, terletak di sebuah pelabuhan terlindung dekat jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. (Carapandang/Xinhua/Wang Qiang)