Brent crude sempat menembus level $80 per barel, naik 5,35% dalam sepekan, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati $75 per barel dengan kenaikan harian hampir 5%.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan akibat terkena tembakan peringatan
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Selat Hormuz telah menjadi "senjata" yang kekuatannya setara dengan "senjata nuklir" bagi Iran, sementara negara itu juga memiliki "senjata termonuklir" cadangan yaitu Selat Bab al-Mandab
Sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan menuju kesepakatan permanen, mulai dari inspeksi program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, konflik di Lebanon, ketegangan Israel-Hezbollah, hingga jaminan keamanan di Selat Hormuz.
Keberhasilan ini dicapai berkat kolaborasi strategi kedaruratan korporasi dan diplomasi perlindungan yang melibatkan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya bisa mengambil alih Selat Hormuz dan mengenakan tarif pelayaran untuk menjamin keamanan lalu lintas kapal, Fox News melaporkan pada Ahad (21/6)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu (20/6), mengatakan bahwa tidak akan ada pungutan biaya yang dikenakan di Selat Hormuz selama gencatan senjata sementara 60 hari dengan Iran atau setelah periode tersebut berakhir.
Iran akan menutup Selat Hormuz bagi pelayaran sebagai respons atas pelanggaran memorandum perdamaian oleh Amerika Serikat dan berlanjutnya serangan Israel di Lebanon, menurut pernyataan militer Iran, Sabtu (20/6)
Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) mengumumkan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dibebaskan dari biaya selama 60 hari sesuai Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.
Permintaan tersebut Macron sampaikan merespon Iran yang akan memasukkan klausul mengenai biaya layanan maritim ke dalam kerangka kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri perang di Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya bertindak sebagai mediator utama, mengumumkan bahwa kedua belah pihak menyatakan penghentian operasi militer secara penuh dengan segera dan permanen di semua front, termasuk Lebanon.