Di tengah konflik berkecamuk dan ancaman keamanan yang tinggi, selat tersebut tidak sepenuhnya tertutup, melainkan beroperasi secara selektif dengan Iran sebagai aktor kunci yang mengendalikan aksesnya.
Motegi menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi terkini di mana sejumlah kapal yang terkait dengan Jepang dilaporkan terjebak di Teluk Persia akibat eskalasi konflik.
Laksamana Muda Alireza Tangsiri, melalui unggahan di akun resmi X pada Rabu (11/3/2026), menegaskan bahwa dua kapal yang mengabaikan peringatan telah menjadi sasaran di selat tersebut pada hari yang sama.