Berdasarkan data pelacak kapal MarineTraffic per 20-22 Maret, kapal-kapal yang tidak dapat beroperasi tersebut terdiri atas 324 kapasitas curah (bulk carriers), 315 kapal pengangkut produk minyak/kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak bumi, dan 211 kapal tanker minyak mentah.
Di tengah konflik berkecamuk dan ancaman keamanan yang tinggi, selat tersebut tidak sepenuhnya tertutup, melainkan beroperasi secara selektif dengan Iran sebagai aktor kunci yang mengendalikan aksesnya.
Sanae Takaichi, Senin(16/3) mengatakan bahwa Jepang sedang mempertimbangkan apa yang dapat dilakukannya sesuai hukum untuk memastikan keselamatan kapal-kapal Jepang dan awaknya di Timur Tengah di tengah perang AS-Israel dengan Iran.
Australia tidak akan mengirim kapal angkatan laut untuk melindungi kapal tanker minyak di Selat Hormuz, demikian disampaikan seorang menteri senior pemerintah negara itu pada Senin (16/3).
Trump menyatakan bahwa banyak negara yang terkena dampak upaya Iran menutup Selat Hormuz seharusnya bergabung dengan Amerika Serikat mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut.
Sejumlah orang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, di New York, AS, pada 7 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Zhang Fengguo)
Laksamana Muda Alireza Tangsiri, melalui unggahan di akun resmi X pada Rabu (11/3/2026), menegaskan bahwa dua kapal yang mengabaikan peringatan telah menjadi sasaran di selat tersebut pada hari yang sama.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi menerima laporan mengenai insiden yang menimpa sebuah tug boat dengan tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) masih hilang.