Al-Baihaqiy meriwayatkan dengan sanadnya dari Ali bin Husain, ia berkata: “Al-Hasan Al-Bashri pernah keluar melakukan tawaf di Ka‘bah. Lalu seorang lelaki datang kepadanya dan berkata: ‘Wahai Abu Muhammad, pergilah bersamaku untuk membantu keperluan si fulan.’
Maka Hasan pun meninggalkan tawafnya dan pergi bersamanya.
Setelah itu, datanglah seorang lelaki yang iri kepada orang yang dibantu tadi lalu berkata: ‘Wahai Abu Muhammad, engkau meninggalkan tawaf demi pergi bersamanya?’
Hasan menjawab: ‘Bagaimana mungkin aku tidak pergi bersamanya, sedangkan Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa pergi untuk membantu urusan saudaranya sesama muslim, lalu kebutuhannya terpenuhi, maka dituliskan baginya pahala haji dan umrah. Dan jika kebutuhannya tidak terpenuhi, maka dituliskan baginya pahala umrah. "Maka aku telah memperoleh pahala haji dan umrah, lalu aku kembali melanjutkan tawafku.’”
Ucapan beliau: “dituliskan baginya pahala haji dan umrah” maksudnya adalah dituliskan baginya pahala haji dan umrah yang diterima, sebagai balasan atas usahanya membantu memenuhi kebutuhan saudaranya.
8. Berbakti kepada Orang Tua
Dari Anas bin Malik, ia berkata:“Seorang lelaki datang kepada Muhammad ﷺ lalu berkata: ‘Sesungguhnya aku ingin berjihad, tetapi aku tidak mampu melakukannya.’
Beliau bertanya: ‘Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih ada?’ Ia menjawab: ‘Ibuku.’