Sementara itu, Indonesia diwakili oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Andalas (UNAND), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Lestari menjelaskan bahwa saat ini telah berdiri Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) China, organisasi profesi resmi yang menghimpun para pengajar dan pegiat Bahasa Indonesia bagi penutur asing.
APPBIPA China yang dibentuk pada 12 Juni 2026 menjadi cabang ketujuh organisasi tersebut.
"Kami berusaha merangkul perkumpulan profesi pendidik Bahasa Mandarin di Indonesia serta beberapa universitas Indonesia dan China untuk kegiatan ini mengingat pentingnya memperluas kolaborasi akademik sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia dan China melalui pendidikan, penelitian, serta mobilitas mahasiswa dan dosen," ujar Lestari.
Ketua APPBIPA China, Hendy Yuniarto, mengatakan minat masyarakat China untuk mempelajari Bahasa Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya hubungan ekonomi, pendidikan, dan budaya antara kedua negara.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Perkumpulan Profesi Pendidik Bahasa Mandarin Indonesia (PPBMI), Fitriya. Ia menilai perkembangan pembelajaran Bahasa Mandarin di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan semakin eratnya hubungan masyarakat Indonesia dan China.