CARAPANDANG - Bekerja keras memang bisa membuatmu dipercaya, tetapi menjadi perfeksionis bisa membuat standar keberhasilan terasa gak pernah cukup. Satu kesalahan kecil terus teringat meski pekerjaan sudah selesai dan hasilnya dipuji. Kalau kamu mulai mengorbankan tidur, waktu istirahat, atau kesehatan demi pekerjaan, bahaya toxic productivity mungkin sudah mulai terasa.
Masalahnya bukan karena kamu punya target tinggi, melainkan ketika semua hal harus sempurna agar kamu merasa cukup. Tekanan seperti ini bisa membuat bekerja keras berubah menjadi kebiasaan mengejar hasil tanpa tahu kapan harus berhenti. Coba cek lima tanda berikut untuk melihat apakah caramu bekerja mulai melewati batas sehat.
1. Pekerjaan selesai, tapi kamu masih merasa kurang
Deadline sudah lewat, pekerjaan diterima, tetapi kamu masih membuka dokumen untuk mencari kesalahan. Pujian dari rekan kerja pun terasa biasa karena perhatianmu justru tertahan pada satu bagian yang menurutmu belum sempurna. Perfeksionis sering lebih mudah mengingat kekurangan daripada mengakui bahwa pekerjaannya sudah cukup baik.
Kondisi ini membuat pencapaian terasa hambar karena otak terus mencari sesuatu untuk diperbaiki. Kamu jadi sulit merasa selesai sebab ukuran keberhasilan selalu bergeser setelah target tercapai. Coba tentukan batas revisi agar standar kerjamu tetap tinggi tanpa membuatmu terus mengejar kesempurnaan.
2. Detail kecil menghabiskan energi terlalu besar