Strategi berikutnya adalah distracting atau mengalihkan perhatian. Ketika seseorang terlalu fokus pada masalah yang dihadapinya, mengajak mereka melakukan aktivitas lain bisa menjadi solusi.
Misalnya dengan mengajak jalan-jalan, menonton film, menghadiri acara tertentu, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman yang suportif.
3. Menggunakan Humor
Tertawa sering kali menjadi obat sederhana yang efektif untuk memperbaiki suasana hati.
Humor dapat membantu mengurangi ketegangan emosional dan membuat seseorang merasa lebih rileks. Meski begitu, penting untuk memastikan candaan yang diberikan tetap sesuai situasi dan tidak menyinggung perasaan.
4. Mendengarkan dan Berempati
Strategi keempat adalah problem-focused engagement, yaitu berfokus pada masalah yang sedang dihadapi seseorang.
Cara ini dilakukan dengan mendengarkan keluh kesah mereka, memberi ruang untuk mengekspresikan emosi, dan menunjukkan empati tanpa terburu-buru memberikan solusi.
Terkadang, seseorang hanya membutuhkan teman untuk mendengarkan.
5. Mengingatkan pada Kelebihan yang Dimiliki
Saat seseorang sedang terpuruk, mereka sering kali lupa pada kemampuan dan pencapaian yang pernah diraih.
Karena itu, strategi target-focused engagement mendorong kita untuk mengingatkan mereka tentang kelebihan, prestasi, dan kualitas positif yang dimiliki agar rasa percaya dirinya kembali tumbuh.
6. Membantu Melihat Masalah dari Perspektif Berbeda