CARAPANDANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu terus bertambah. Hingga Kamis (20/8/2026) sore, tercatat sebanyak 92.735 jiwa mengungsi, meningkat tajam dari data sebelumnya yang berjumlah 59.647 jiwa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa lonjakan jumlah pengungsi ini disebabkan oleh gempa susulan yang masih terus terjadi.
Penambahan pengungsi terbanyak tercatat di Kabupaten Nagekeo (21.883 jiwa), Kabupaten Manggarai (9.649 jiwa), dan Kabupaten Manggarai Barat (1.556 jiwa).
"Di catatan kami bertambah 33.088 jiwa dengan rincian yang paling banyak berasal dari Kabupaten Nagekeo bertambah 21.883 jiwa, di Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa," ungkap Berton dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (20/8/2026).
Selain pengungsi, data kerusakan rumah juga terus diperbarui. BNPB mencatat sebanyak 36.163 unit rumah mengalami kerusakan, bertambah 7.187 unit dari pendataan sebelumnya.
Hingga hari yang sama, total gempa susulan yang tercatat mencapai 3.752 kali, dengan 31 di antaranya berkekuatan magnitudo di atas 5,0 yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kondisi seismik yang masih aktif ini diperkirakan masih akan berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan.