"Sebuah adagium populer menyebutkan: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaiki lah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional," tegasnya.
Penerapan Deep Learning ini sejalan dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto yang memosisikan pendidikan sebagai usaha bersama membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh.
Guna mendukung implementasi pembelajaran mendalam, Kemendikdasmen telah menetapkan lima kebijakan strategis :
1. Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran – Program revitalisasi pada 2025 telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, sementara penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) telah dimanfaatkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan.
2. Peningkatan kompetensi guru – Membekali tenaga pendidik dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
3. Penguatan karakter warga sekolah – Menciptakan ekosistem sekolah yang aman dan nyaman melalui penerapan budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri).
4. Peningkatan literasi, numerasi, STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).
5. Perluasan akses layanan pendidikan – Melalui skema sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka.