"Setidaknya ada lima kasus yang akan dijeratkan kepadanya, termasuk kepemilikan amunisi ilegal, teror, dan ancaman kekerasan," kata Juru Bicara PNP Brigjen Pol Randulf Tuaño dalam konferensi pers.
Polisi juga melacak sekitar 10 individu lain yang diduga terkait insiden ini.
Dalam pengarahan pers, Kantor Komunikasi Kepresidenan menegaskan bahwa tidak ada operasi penangkapan terhadap Senator Dela Rosa yang diotorisasi oleh Presiden Marcos. Hal ini menyusul adanya petisi yang masih berproses di Mahkamah Agung.
"Sama sekali tidak ada instruksi dari Presiden untuk menangkap Senator Bato," tegas Direktur NBI Melvin Matibag.
Senator Dela Rosa sendiri dilaporkan telah keluar dari Gedung Senat, meskipun otoritas belum mengonfirmasi secara resmi keberadaannya saat ini. Ia sebelumnya berlindung di Senat sejak awal pekan setelah surat perintah ICC dibuka.
Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Brawner Jr. memastikan bahwa personel militer yang terlihat di dalam gedung merupakan bagian dari pasukan keamanan reguler dan tidak melepaskan tembakan.
Armed Forces of the Philippines (AFP) juga memerintahkan seluruh pasukannya untuk tetap tenang dan profesional.
Otoritas saat ini melakukan uji paraffin pada seluruh personel keamanan yang berada di lokasi, termasuk dari OSAA, Marinir, dan PSPG, untuk mengidentifikasi siapa saja yang melepaskan tembakan. Penyelidikan dipimpin oleh Kelompok Investigasi dan Deteksi Kriminal (CIDG) bekerja sama dengan NBI.