Dia mengatakan, misalnya persoalan korupsi di negeri ini yang semakin parah. Hal ini menunjukan para pejabat di negeri ini belum sepenuhnya mengamalkan sila pertama Pancasila. Jika mereka secara utuh mengamalkannya, para pejabat di negeri akan merasa diawasi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga, saat mereka akan melakukan kejahatan tersebut merasa takut terhadap perhitungan di hari akherat.
“Iman terhadap hari akhir (akherat) adalah bentuk pengamalan dari sila pertama Pancasila. Jika manusia Indonesia mengamalkan sila pertama Pancasila akan menjadi pribadi yang beraklak karimah yang selalu memancarkan kebaikan-kebaikan dimanapun mereka berada,” ujarnya.
Selanjutnya dia mengatakan dengan mengamalkan sila pertama ini juga akan menghasilkan manusia Indonesia yang toleran. Misalnya dalam agama Islam, sikap toleran diperintah oleh Allah. Islam mengajarkan tidak boleh memaksa seseorang untuk masuk Islam.
Selain itu, Islam juga mengharmati dan menghargai ibadah agama lain. Hal tersebut dijelaskan dalam al-quran surat Al-Kafirun ayat 6 Allah swt berfirman “Untukmu agamamu dan untukku agamaku”.
“Ini jika diamalkan sangat luar biasa. Toleransi bukan sekadar kata-kata namun dipraktikan dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat. Jika ini menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia, maka persatuan dan kesatuan di negeri ini akan terus terjaga dengan utuh,” ujarnya.