Beranda Daerah Gubernur Aceh Minta Gas Andaman Tidak Semua Dialirkan ke Jawa

Gubernur Aceh Minta Gas Andaman Tidak Semua Dialirkan ke Jawa

Permintaan tersebut disampaikan Mualem di Banda Aceh, Senin (1/6/2026), dengan menekankan pentingnya Aceh tidak kembali hanya menjadi "penonton" dalam pemanfaatan sumber daya alamnya sendiri.

0
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Instagram: MuzakirManaf1964)

CARAPANDANG - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem meminta agar cadangan gas raksasa dari Blok Andaman tidak seluruhnya dialirkan ke Pulau Jawa. Ia mendorong agar sebagian gas diolah terlebih dahulu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, untuk memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Mualem di Banda Aceh, Senin (1/6/2026), dengan menekankan pentingnya Aceh tidak kembali hanya menjadi "penonton" dalam pemanfaatan sumber daya alamnya sendiri, mengingat pengalaman masa lalu pengelolaan gas Arun yang dinilai kurang berdampak bagi daerah.

"Jadi ini yang perlu kita kembangkan. Bagaimana mereka tinggalkan gas Aceh supaya tidak dibawa semua, jadi ada pabrik-pabrik yang perlu kita bangun di Arun atau di mana supaya anak-anak kita dapat kerja," ujar Mualem.

Sebelumnya, langkah konkret telah ditempuh Pemerintah Aceh melalui surat Gubernur Nomor 500.10/2264 tertanggal 27 Februari 2026 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Dalam surat itu, Pemerintah Aceh meminta penundaan persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja (WK) South Andaman.

Penundaan tersebut diminta hingga tercapai kesepakatan antara Pemerintah Aceh dan operator blok, Mubadala Energy, terkait konsep pengembangan lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here