Lebih lanjut, keseimbangan primer tercatat defisit sebesar Rp4,2 triliun. Untuk menutup defisit anggaran, realisasi pembiayaan telah mencapai Rp105,1 triliun atau 15,2 persen dari target pembiayaan tahun ini sebesar Rp689,1 triliun.
Purbaya memastikan pembiayaan dilakukan secara terukur untuk menjaga likuiditas dan stabilitas pasar keuangan.
Secara keseluruhan, Menkeu optimistis APBN akan terus berfungsi optimal sebagai peredam gejolak (shock absorber) sekaligus motor penggerak perekonomian nasional sepanjang tahun 2026.