kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menambahkan bahwa posisi defisit saat ini masih sangat terjaga, terukur, dan sesuai desain APBN 2026. Pembiayaan anggaran juga dikelola secara prudent, efisien, dan fleksibel mengikuti dinamika pasar keuangan.
Dari total pendapatan negara Rp574,9 triliun, rinciannya sebagai berikut:
- Penerimaan pajak: Rp394,8 triliun (naik 20,7% yoy) – setara 16,7% target APBN
- Kepabeanan dan cukai: Rp67,9 triliun (turun 12,6% yoy)
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp112,1 triliun
- Hibah: Rp100 miliar
Menteri Keuangan Purbaya menyebut pertumbuhan pajak yang signifikan ini mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi serta semakin efektifnya implementasi sistem Coretax.
"Kenaikan pajak itu in line atau mengonfirmasi bahwa ekonomi betul-betul sedang mengalami perbaikan," jelasnya.
Rincian pajak lebih lanjut mencatat PPh Badan terkumpul Rp43,3 triliun (naik 5,4%), PPh Orang Pribadi dan PPh 21 sebesar Rp61,3 triliun (naik 15,8%), serta PPN dan PPnBM tercatat Rp155,6 triliun atau melonjak 57,7 persen secara tahunan.
Belanja negara Rp815 triliun berasal dari:
- Belanja pemerintah pusat: Rp610,3 triliun (naik 47,7% yoy)
- Transfer ke daerah: Rp204,8 triliun (turun 1,1% yoy)