Beranda Ekonomi APBN per Maret 2026: Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit Terjaga 0,93%

APBN per Maret 2026: Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit Terjaga 0,93%

Capaian ini tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

0
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan bahwa tingginya belanja di awal tahun merupakan strategi pemerintah untuk mengubah pola pengeluaran agar lebih merata sepanjang tahun. Jika sebelumnya belanja cenderung menumpuk di akhir tahun, kini pemerintah mendorong distribusi yang lebih seimbang.

"Kuartal I sudah 21%, kemudian di kuartal II, III, dan IV ditargetkan masing-masing sekitar 26%. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan terjadi lebih cepat," jelas Juda.

Meskipun pemerintah mengakui adanya risiko pelebaran defisit, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan bahwa APBN akan tetap dikendalikan di bawah ambang batas 3 persen PDB sesuai mandat undang-undang. Pemerintah melakukan evaluasi mingguan terhadap realisasi penerimaan dan belanja untuk memastikan pengendalian fiskal tetap terjaga.

"Kami tidak membiarkan APBN *running* tanpa ada pengendalian. Itu kami evaluasi minggu ke minggu, penerimaan pajak seperti apa, belanja yang masih bisa dikendalikan apa saja," tegas Juda.

Defisit APBN yang tercatat pada kuartal I 2026 ini menjadi perhatian publik, namun pemerintah memastikan bahwa APBN tetap solid dan berfungsi sebagai penopang ekonomi di tengah ketidakpastian global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here