Beranda Ekonomi APBN Tekor Rp.135,7 T Diawal Tahun, Apa Karena MBG? Ini Penjelasan Kemenkeu

APBN Tekor Rp.135,7 T Diawal Tahun, Apa Karena MBG? Ini Penjelasan Kemenkeu

Defisit tersebut setara dengan 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

0
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Dari sisi belanja negara, nilai realisasi mencapai Rp493,8 triliun atau 12,8 persen dari target Rp3.842,7 triliun, meningkat signifikan sebesar 41,9 persen. Belanja pemerintah pusat telah tersalurkan sebesar Rp345,1 triliun atau 11 persen dari target, melonjak 63,7 persen.

Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L) tercatat sebesar Rp155 triliun (10,3 persen dari target, tumbuh 85,5 persen), sedangkan belanja non-K/L tercatat sebesar Rp191 triliun (11,7 persen dari target, naik 49,4 persen).

 

Merespons kondisi defisit ini, Purbaya juga mengungkapkan rencananya untuk melakukan roadshow ke luar negeri guna memaparkan kebijakan fiskal Indonesia.

Langkah ini diambil setelah dua lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings dan Moody's Investors Service, merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif.

"Jadi itu kesalahan saya juga karena saya enggak ke luar negeri kan. Saya pikir sebelum Indonesia tumbuh 6 persen, saya enggak akan ke luar negeri. Tetapi sekarang mesti berubah, mesti marketing juga keadaan kita seperti apa. Jadi April saya akan ke luar negeri untuk memastikan bahwa Menteri Keuangan kita ngertilah apa yang dikerjakan," terang Purbaya.

Purbaya menegaskan bahwa posisi fiskal Indonesia relatif aman, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 40,46 persen dan defisit yang masih jauh dari batas maksimal yang diizinkan. Target defisit APBN 2026 sendiri ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here