CARAPANDANG.COM- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Jumat (17/8) menyatakan bahwa konsorsium internasional yang dipimpin perusahaan asal AS akan membantu upaya pemulihan jalur pipa minyak Kirkuk-Baniyas yang dibangun di wilayah Irak dan Suriah.
"Amerika Serikat menyambut baik niat Pemerintah Republik Irak dan Pemerintah Republik Arab Suriah untuk mendorong rehabilitasi serta rekonstruksi pipa minyak mentah Irak-Suriah,” ujar pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.
Menurut Deplu, pihaknya menyambut baik keterlibatan konsorsium internasional pimpinan AS untuk menangani aspek teknis dan finansial proyek ini.
Setelah direstorasi, jalur pipa bersejarah tersebut diperkirakan akan memiliki kapasitas distribusi awal mencapai 2 juta barel minyak mentah per hari (barrel per day/bpd).
"Komitmen kedua negara (Irak dan Suriah) untuk bekerja sama merevitalisasi dan mengoperasikan pipa minyak ini, menciptakan kerangka hukum, serta berkolaborasi secara konstruktif dengan konsorsium tersebut akan meningkatkan keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan (kawasan)," tambah pernyataan tersebut.
Perusahaan minyak milik negara asal Suriah, Syrian Petroleum Company, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan konsorsium internasional yang terdiri dari dua perusahaan asal AS, yakni Chevron dan Capital TI, serta UCC Holding asal Qatar.
Konsorsium tersebut akan bertugas menyusun studi teknis dan finansial untuk proyek restorasi jalur pipa tersebut.