CARAPANDANG - Pemerintah segera meluncurkan produk inovatif bernama "Aspal Merah Putih" usai peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026. Produk ini merupakan campuran antara Aspal Buton (asbuton) asal Pulau Buton dengan aspal cair produksi PT Pertamina (Persero).
Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada aspal impor sekaligus menekan biaya produksi pembangunan infrastruktur.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan, target penggunaan asbuton akan ditingkatkan dari sekitar 4% saat ini menjadi 30% dalam campuran aspal nasional.
Dengan kebijakan ini, pemerintah menargetkan penghematan devisa hingga Rp4,08 triliun per tahun.
"Kalaupun kita menggunakan aspal buton, itu tetap dari sisi ekonomisnya harus masuk. Supaya tarif untuk masyarakat tidak perlu nambah," ujar Dody dalam acara FGD Asosiasi Jalan Tol Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Dody menegaskan harga Aspal Merah Putih tidak boleh lebih mahal dari aspal yang beredar saat ini. Pemerintah bahkan menargetkan penurunan harga sekitar 10-20% agar tidak membebani APBN dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
"Saya tekankan, jangan sampai ada aturan baru yang menaikkan biaya produksi. Itu tidak boleh sama sekali," tegasnya.
Kebijakan ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Menteri PU Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penggunaan Aspal Buton Olahan untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan, serta Keputusan Menteri PU Nomor 6950/KPTS/Mn/2026 yang mengatur tahapan target penggunaan hingga 2029.