CARAPANDANG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan kenaikan tarif listrik, Selasa (5/5/2026). Penegasan ini disampaikan menanggapi isu yang beredar di masyarakat serta keluhan sejumlah pelanggan yang mengaku menerima tagihan membengkak.
"Sampai dengan hari ini saya bicara ini dan exercise yang kami lakukan, itu belum ada kenaikan tarif listrik. Nanti kalau ada, nanti akan disampaikan," ujar Bahlil usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi berkala terhadap tarif listrik, terutama bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi. Evaluasi yang dilakukan setiap tiga bulan itu mempertimbangkan indikator makro seperti nilai tukar rupiah dan harga komoditas. Meskipun secara formula terdapat potensi perubahan, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
"Terkait listrik, sampai dengan hari ini belum ada kenaikan. Saya tegaskan itu. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Pernyataan Menteri Bahlil ini sekaligus membantah kabar yang sebelumnya menggelinding di media sosial mengenai adanya kenaikan tarif tenaga listrik secara diam-diam untuk periode April-Juni 2026.