Konflik yang dipicu oleh serangan bersama AS-Israel ini merupakan eskalasi terbaru dari ketegangan yang sudah berlangsung lama.
Serangan dilaporkan menargetkan fasilitas nuklir dan militer di Tehran, Isfahan, dan Shiraz, dan diklaim telah menewaskan sejumlah petinggi militer Iran, meskipun Iran membantahnya.
Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi dimulainya "tindakan tempur besar-besaran" dan mengisyaratkan operasi militer dapat berlangsung selama berminggu-minggu.
Dampak dari lonjakan harga minyak ini diprediksi akan segera terasa di tingkat global.
Selain memicu inflasi dan membebani subsidi energi di negara-negara pengimpor seperti Indonesia, ketidakpastian ini juga berpotensi membuat pasar saham global berfluktuasi tajam dan mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.
Pemerintah di berbagai negara diminta untuk bersiaga, memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, dan menjaga ketahanan pasokan energi domestik.